Saturday, 04 September 2010

 

Popular
   
Info Baru ...
   
Sejarah SD Santa Maria Cirebon
Ditulis oleh Administrator   
Monday, 04 August 2008
SEJARAH SINGKAT SD SANTA MARIA


Karya pendidikan di Cirebon diawali oleh Suster-Suster Ursulin pada tanggal 23 Juni 1933. Suster-Suster Ursulin serikat Unio Romano dari Jl. Pos Jakarta mulai menetap di Cirebon, tepatnya di Jl. Pesisir no 32 yang sekarang menjadi Jl. Sisingamangaraja no 22 (Biara para Suster tersebut diberkati oleh Mgr. Gouman)  Prefeli Apostolik dari Bandung. Kedatangan mereka secara khusus untuk mengelola sekolah katolik yang ada di Paroki Santo Yosef Cirebon yang pada waktu itu sudah ada SD yang di khususkan untuk anak-anak Belanda. Segera setelah mengamati keadaan dan kebutuhan, para Suster Ursulin mendirikan sebuah TK dan SD baru yang menampung murid-murid penduduk asli Cirebon dan diresmikan 6 September 1935 dengan nama Maria School.

Pada tahun 1940 mulai permulaan meletusnya Perang Dunia II, kegiatan sekolah terhenti. Gedung Maria School dijadikan markas tentara Belanda.

Pada tahun 1942 Jepang mendarat di Indonesia dan Cirebon merupakan salah satu kota yang dituju untuk pendaratan, tepatnya dieretan Indramayu. Kemudian sebagian ke Bandung dan sebagian ke Cirebon.
Di cirebon mereka melakukan pembersihan besar-besaran untuk orang Belanda. Pastor, Suster-Suster Ursulin, termasuk pegawai pemerintahan semua ditawan dan dipenjara di kompleks Susteran Ursulin (menggunakan lokal-lokal kelas) oleh Jepang. Selanjutnya para Suster mengungsi ke Pastoran Jl. Cangkol no 22 (sekarang Jl. Yos Sudarso 20). Kegiatan pendidikan sementara dipindahkan ke Pastoran. Setelah Pastor Reichert, OSC datang para Suster ke biara pusat di Jl. Pos Jakarta Pusat.
Pada tahun 1948 Sekolah Dasar (SD) dibuka kembali oleh Pastor Soemodiwiryo, OSC dengan nama Sekolah Dasar Paroki Santo Yosef. Dan pada tanggal 1 Agustus 1948 secara resmi diberi nama SD Santa Maria.
 

Add comment


Security code
Refresh

< Sebelumnya   Selanjutnya >